Tips Sebelum Mencetak Kartu Nama


 

 

Sebelum membuat kartu nama , ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Hal ini penting untuk dilakukan agar hasil cetak anda sesuai dengan apa yang anda harapkan. berikut ini beberapa tips yang anda bisa perhatikan sebelum mencetak kartu nama anda.......

1. Tentukan Ukuran Kartu Nama Anda

Hal pertama yang harus dilakukan adalah anda harus menentukan ukuran kartu nama yang tepat. Dikarenakan, ukuran kartu nama menentukan seberapa besar dari resolusi gambar yang akan anda gunakan untuk kartu nama anda. Misalnya anda menggunakan ukuran kartu nama 90mm x 55mm, maka resolusi yang paling aman untuk gambar pada kartu anda adalah 1039 x 697 pixel.

2. Konversikan RGB > CMYk

Pastikan anda telah merubah setting RGB pada komputer anda menjadi CMYk. Pastikan juga warna RGB yang anda gunakan tersedia pada warna CMYk, sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Sebab terdapat beberapa warna pada RGB yang tidak dapat dicetak secara maksimal karena warna tersebut tidak tersedia pada warna CMYk.

3. Perhatikan Bleed dan Safety Area

Bleed adalah bagian pinggir yang digunakan sebagai lebihan dari image yang akan dicetak. Fungsi dari bagian ini adalah untuk membantu saat kartu nama selesai dicetak dan dipotong. Biasanya bleed digunakan 3-6 mili. Sedangkan safety area merupakan area aman yang merupakan area keliling dari bagian dalam sekitar 5-10 mili dari pinggir ke gambar. Area ini merupakan bagian inti dari kartu nama yang tidak boleh terpotong karena berisikan informasi-informasi penting dari kartu nama tersebut.

4. Tentukan Format File

Jika anda mendapatkan template kartu nama, pastikan template tersebut ada dalam format yang mudah untuk di-edit. Misalnya seperti CDR, PSD, atau Al. Format template seperti JPEG atau PDF cukup menyulitkan untuk di-edit.

5. Pilih Orientasi Yang Tepat

Landscape atau portrait? Anda perlu menentukan hal ini dengan tepat. Kebanyakan kartu nama menggunakan orientasi landscape (Kartu nama dalam posisi mendatar, memanjang ke samping). Hal ini disebabkan posisi landscape membuat kartu nama lebih lebar dan luas untuk dijangkau mata. Namun tidak menutup kemungkinan jika anda ingin menggunakan orientasi portrait (posisi berdiri, memanjang ke atas). Beberapa kartu nama dengan desain yang unik juga menggunakan orientasi portrait. Namun dengan orientasi ini, informasi yang ditampung dalam kartu nama menjadi lebih sedikit.

6. Cek Pengaturan Sebelum Mencetak

Ada beberapa pengaturan yang perlu dipastikan saat mencetak, misalnya font yang anda gunakan tersimpan dalam komputer percetakan, menutup colour scheme blocks, menyimpan file dengan format yang berbasis vektor, dan sediakan back up file dalam format yang lain. Misalnya JPEG,PDF, atau PNG.


 

Berbagai Aturan Pada Perpaduan Warna


Warna adalah poin penting dalam dunia desain grafis. Para desainer haruslah kreatif dalam menggunakan warna. Oleh karena itu, mempelajari teori warna dan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kreasi desainer grafis dalam bekerja dengan warna harus dilakukan. Artikel kali ini akan membahas beberapa poin penting terkait dengan penggunaan warna pada desain grafis. 

1. Color Wheel ( Roda Warna)

Color Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning. Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna-warna baru berupa warna sekunder. Warna sekunder terdiri dari Oranye, Ungu dan Hijau. Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-oranye. Akhirnya, warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Wheel.

2. Ruang Pada Warna

Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk yang juga dapat mempengaruhi kesan yang yang ditimbulkan. Misalnya, warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan ruang yang lebih besar yang dimiliki lingkaran dibandingkan pada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Hal ini merupakan respon naluriah mata kita dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah gambar.

3. Kontras Warna

Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya, sebuah persegi kecil berwarna kuning berada di atas latar berwarna hitam. Maka nilai kontrasnya akan meningkat dan persegi berwarna kuning akan dengan mudah terlihat. Namun jika latar diganti dengan warna putih, maka nilai kontrasnya akan menurun dan persegi menjadi lebih sulit untuk dilihat.

4. Psikologi Warna

Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misalnya, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat menyesuaikan desain dengan kesan yang ingin ditimbulkan dan sasaran yang akan dituju sehingga komunikasi visual menjadi lebih efektif. Kesesuaian desain dengan psikologi warna akan membantu membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual.

5. Bidang Warna

Garis outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.


 

Apa Itu Photobook?

 


 

Apa Itu Photobook?  Berawal dari siaran di salah satu stasiun TV di Indonesia yang membahas sekilas tentang Photobook, saya pun jadi penasaran apa itu photobook sebenarnya. Photobook adalah sebuah buku yang berisi rangkaian foto – foto yang saling berkaitan satu sama lain. Photobook merupakan sebuah buku yang berisi rangkaian foto – foto yang saling berkaitan satu sama lain. Kaitan antara foto – foto tersebut bisa mempunyai satu atau beberapa tema. Tema – tema yang biasa dipakai untuk membuat sebuah photobook bermacam-macam seperti tema Wedding, Wisuda, Baby Born, Birthday, Pre-Wedding, Iklan komersial bahkan acara kematian seseorang pun bisa dijadikan sebuah photobook. Sejarah photobook diawali dengan ditemukannya proses pencetakan fotografi konvensional bernama Cyanotype dan Calotype. Pada 1843-1853, Photographs of British Algae: Cyanotype Impressions karya Anna Atkins dapat dikatakan sebagai photobook pertama.

Seiring perkembangan teknologi yang kian canggih dan mengalami revolusi yang sangat cepat. Prinsip fotografi dan proses pencetakan konvensional sudah beralih menjadi ke era digital. Alat perekam gambar pun turut mengalami perkembangan, Anda dapat menggunakan handphone, kamera pocket/DSLR berkualitas tinggi untuk mengabadikan momen. Media penyimpanan juga mengarah ke era digital, Anda dapat menyimpannya di komputer atau memory card, namun kemungkinan data hilang sangat besar. Sekarang waktunya Anda untuk membukukan kembali momen dan kenangan foto anda bersama orang-orang tercinta. Bagaimana caranya? Anda dapat mengabadikannya dengan Photobook. Langkah awal membuat Photobook, Anda harus membuat desain dan layout-nya terlebih dahulu, masukkan foto-foto ke template yang sudah dibuat, lalu dicetak dalam bentuk buku.

Buku album merupakan salah satu jenis photobook yang sudah mulai ditinggalkan karena sejumlah kekurangan yang dimiliki. Bahkan metode yang dipakai untuk mencetak pada sebuah buku album adalah metode kuno yang dipakai sejak tahun 1928 oleh Albert Renger-Patzsch yang merilis sebuah album foto De Welt ist Schon. Metode yang digunakan yaitu pengambilan gambar yang menggunakan sebuah film negatif yang peka cahaya. Kemudian film negatif tersebut dicuci dan dicetak di sebuah percetakan foto hingga kemudian dimasukkan satu persatu ke dalam sebuah buku album. Karena kerumitan dan mahalnya pembuatan buku album, banyak orang yang mulai beralih ke pembuatan digital photobook.

Digital Photobook bukan berarti photobook yang tersimpan dalam sebuah komputer namun sebuah photobook yang dicetak menggunakan mesin digital khusus photobook. Range warna yang dihasilkan adalah RGB dan bukan CMYK seperti mesin-mesin cetak digital lainnya. Dan hasilnya pun jauh berbeda dari pembuatan buku album kuno.

Berikut tabel perbedan Buku Album kuno dengan Digital Photobook

KategoriBuku Album KunoDigital Photobook (my photobook)
Kualitas KertasMenggunakan Kertas Photo PaperMenggunakan kertas luster 170/250 gr khusus diimpor dari Italia
Keawetan TintaMenggunakan tinta cair yang mudah tergoresMenggunakan tinta khusus photobook yang merekat kuat dan tidak mudah tergores
Kekayaan WarnaCMYKRGB yang lebih karya warna
Binding BukuBiasanya hanya di straples atau di lem biasaMenggunakan lem khusus pembuatan buku yang awet dan tidak mudah rusak
Layout BukuFoto berbentuk persegi panjang dan diselipkan atau di rekatkan dengan plastikfoto dapat dilayout sesuai keinginan, dapat dikasih background, teks, clipart, border dan lain-lain secara mudah menggunakan software express
 

Di masa sekarang, trend photobook tak hanya digemari oleh kalangan pecinta fotografi, hampir semua kalangan termasuk para selebritis mulai merilis photobook yang merangkum foto-foto pribadinya. Salah satunya, Justin Bieber yang merilis photobook berjudul Justin Bieber: Just Getting Started. Tertarik mengabadikan kenangan manis di dalam photobook? Sejarah photobook yang kian canggih, dengan munculnya berbagai software desain photobook tentu memudahkan Anda untuk membuat photobook sendiri.

Semoga Bermanfaat.......

(Sumber Artikel Rudihartoyo.com)


 

Mengapa Memiliki Kartu Nama Itu Penting? Ini Alasannya Bro/Sist


Emang sih saat ini dunia bisnis sudah didominasi oleh dunia digital. Mulai dari mengirim e-mail, membuat jadwal meeting, membuat kontrak, bahkan networking dilakukan melalui social media. Meskipun begitu, ada satu hal yang belum bisa diubah ke digital dan masih eksis dalam bentuk fisik, yaitu kartu nama. Kartu nama sampai saat ini masih belum bisa digantikan hanya dengan bertukar kontak lewat gadget. Berikut ini adalah 3 alasan pentingnya memiliki kartu nama pribadi yang perlu dipertimbangkan.

INFORMATIF DAN PRAKTIS

Bayangkan, hanya dengan selembar kartu ada begitu banyak informasi mengenai diri kita, mulai dari nama lengkap, alamat kantor atau website, nomor telepon, e-mail, hingga sosial media. Dengan bentuk dan ukurannya yang simple dan kecil, kartu nama sangat praktis untuk dibawa ke mana pun. Saat bertemu klien, tidak perlu lagi mengeluarkan secarik kertas, cukup keluarkan selembar kartu nama. Saat sedang buru-buru, kartu nama juga bisa menghemat waktu saat bertemu dengan orang lain.

PROFESIONAL

Saat bertemu dengan klien atau orang yang mau menjadi partner kita, bukan hanya penampilan dan etika berbicara saja yang harus diperhatikan. Hal-hal kecil bahkan seperti kartu nama pun akan menunjukkan profesionalitas diri. Semua orang akan terlihat well prepared ketika bertemu klien jika memiliki kartu nama. Tampilan dan desain kartu nama yang dipilih pun tentunya mencerminkan kepribadian. Kartu nama ini akan memberikan kesan lebih dalam dan akan terus diingat.

MEMPERLUAS JARINGAN

Dengan memberikan kartu nama, akan semakin besar kemungkinan direferensikan oleh orang lain. Bertukar kontak memang bisa dilakukan hanya dengan cara memberikan nomor ponsel di gadget, tapi terkadang dunia digital tidak bisa diprediksi. Sewaktu-waktu data yang sudah ada bisa mendadak hilang, entah karena sistem eror, lupa password, atau ponsel hilang. Maka, kartu nama merupakan alternatif lain untuk tetap memperluas jaringan dan keep in touch dengan yang lain.


 

Fungsi Dan Manfaat Dari Box Kertas


 

Fungsi dan manfaat dari box kertas kini mulai banyak disadari oleh para pemilik usaha maupun industri terutama yang bergerak dalam bidang industri makanan. Dengan adanya box kertas ini pengemasan menjadi lebih menarik dan pastinya menambah nilai jual sehingga akan meningkatkan citra sebuah bisnis. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih mahal tetapi sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh.

Mengenal Box Kertas Sebagai Pengemas

Sebelum anda mengetahui fungsi dan manfaat box kertas sebaiknya mengenal lebih jelas apa itu box kertas. Saat ini desain box kertas memang kian beragam. Tak hanya berupa box polos saja, kini box kertas tersebut bisa dicetak dan ditambahkan gambar serta tulisan yang sesuai dengan identitas maupun produk yang dijual. Hal ini tentu bisa menjadi ajang promosi yang menarik dan pastinya bahan tersebut aman bagi kesehatan.

Sebetulnya selain dari kertas, box bisa juga dibuat dari bahan strerofoam atau plastik. Tetapi bahan-bahan tersebut ternyata lebih berbahaya dan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu dalam usaha dan bisnis makanan sebaiknya perlu mempertimbangkan bahan pengemasan termasuk salah satunya adalah kertas.

Dipilihnya kertas sebagai bahan pembuatan box kertas pastinya karena beberapa pertimbangan. Berikut ini akan diinformasikan alasan mengapa kertas sering digunakan dalam pembuatan box makanan. 

  1. Bahan kertas mudah untuk dicetak
  2. Harga kertas tergolong murah untuk diproduksi sehingga bisa menghemat biaya pengemasan produk.
  3. Dibandingkan dengan bahan lainnya, kertas mudah didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.
  4. Kertas bisa dibentuk menjadi berbagai model box yang menarik sesuai permintaan konsumen.
  5. Kertas bisa dilapisi dengan bahan lainnya agar lebih meningkat ketahanannya ketika digunakan.
  6. Kertas lebih ringan sehingga mudah dibawa

Mengetahui Fungsi dan Manfaat dari Box Kertas

setelah mengetahui lebih jelas mengenai box kertas, selanjutnya anda harus mengetahui pula fungsi dan manfaat box kertas. sebetulnya fungsi dan manfaat dari box kertas sendiri yang paling utama adalah untuk packaging atau pengemasan terutama makanan. Sehingga makanan lebih terlindungi dari debu dan kotoran.

Seiring perkembangan dunia desain, fungsi dan manfaat dari box kertas juga kian bertambah dan pastinya akan sangat bermanfaat bagi sebuah bisnis atau usaha. Berikut ini akan dijelaskan fungsi dan manfaat dari box kertas yang perlu anda ketahui.

  1. Fungsi dan manfaat yang pertama adalah sebagai sarana untuk mempopulerkan brand terutama para pebisnis yang bergerak di industri makanan. Tampilan makanan yang menarik ditambah dengan pengemasan berupa box kertas biasanya akan menambah nilai tersendiri dibandingkan dengan pengemasan yang biasa.
  2. Fungsi dan manfaat dari box kertas yang berikutnya adalah melindungi makanan agar tidak mudah rusak karena pengaruh suhu atau lingkungan sekitar yang bisa menurunkan kualitas makanan tersebut.
  3. Dengan menggunakan box kertas maka makanan akan tampil lebih menarik sehingga dapat meningkatkan selera konsumen untuk mencobanya.
  4. Fungsi dan manfaat berikutnya yaitu memudahkan konsumen untuk mengangkut atau membawa produk sehingga lebih praktis dan tidak mudah rusak. Terlebih untuk makanan yang biasanya rentan mengalami kerusakan dengan hadirnya box kertas ini makanan akan lebih aman dan tidak mudah berubah bentuk meskipun dibawa kemana-mana.

Melalui penjelasan diatas dapat diketahui bahwa box kertas memiliki fungsi dan manfaat yang bagus untuk sebuah bisnis terutama bisnis makanan. Dengan memahami fungsi dan manfaat box kertas pastinya anda tak perlu ragu untuk menggunakan box kertas sebagai pengemas sekaligus promosi bagi bisnis anda. Usahakan membuat desain dan bentuk yang terbaik sebelum akhirnya mencetak box kertas di percetakan terpercaya..........

(Sumber : diambil dari beberapa referensi)


 

 

 

Enam Langkah Wajib UMKM Go Online


Penggunaan Teknologi informasi telah menjadi standar operasional dalam dunia bisnis era digital saat ini. Dengan semakin cepatnya laju perkembangan teknologi informasi, pelaku bisnis yang tidak mengikuti trend tersebut lambat laun akan tertinggal. Bahkan tidak menutup kemungkinan, bisnisnya mengalami stagnasi atau kemunduran.

Dari sekian banyak pelaku bisnis di Indonesia, partisipasi UMKM dalam pemanfaatan teknologi informasi masih terbilang minim, dibandingkan dengan komposisi mereka dalam perekonomian nasional yang sangat besar.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, Rumahweb Indonesia ingin berbagi tips tentang enam langkah yang wajib dilakukan untuk oleh pelaku UMKM supaya siap go online.

1. Mendaftar Alamat di Google Maps

Google Maps secara de facto telah menjadi rujukan utama orang-orang untuk mencari dan menemukan lokasi atau alamat sebuah tempat. Mendaftarkan alamat usaha di Google Maps adalah sebuah langkah awal paling fundamental yang harus Anda lakukan.

Ketika alamat usaha Anda sudah terdaftar di Google Maps, memungkinkan seorang pelancong dari luar negeri menemukan tempat usaha Anda, dan lalu menjadi pelanggan Anda.

2. Membuat Akun Media Sosial

Media sosial adalah sebuah wadah yang mampu mempertemukan orang-orang dari seluruh penjuru dunia. Kalau Google Maps mampu mengantarkan orang ke alamat fisik bisnis Anda, maka media sosial bisa berperan sebagai semacam curriculum vitae yang bisa memperkenalkan profil usaha Anda secara global ke seluruh dunia.

Berdasarkan basis penggunanya, Facebook, Instagram dan Twitter adalah media sosial terbesar dan paling strategis untuk menampung profil usaha Anda.

3. Membuat Akun Marketplace

Marketplace adalah gerai atau lapak digital, tempat orang-orang di era Revolusi Industri 4.0 ini berjualan dengan aman dan nyaman. Setelah melihat profil usaha Anda di media sosial, para pembeli potensial bisa memesan dan membeli produk Anda melalui marketplace.

Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan Blibli saat ini menjadi marketplace paling populer di Indonesia. Luangkanlah waktu untuk membuat akun di marketplace, dan jual produk Anda.

4. Mendaftarkan Nama Domain

Nama domain adalah sebuah alamat unik yang bisa mengantarkan orang ke halaman tertentu di internet. Hanya dengan mengetikkan alamat berupa kata, frasa atau susunan huruf yang mewakili brand bisnis Anda, orang akan diantarkan ke halaman tertentu yang berisi informasi lengkap tentang bisnis Anda.

Mendaftarkan nama domain adalah the next level yang akan meningkatkan branding dan positioning bisnis Anda.

5. Email Dengan Nama Domain Sendiri

Meskipun Whatsapp telah menjadi media komunikasi massal paling utama yang menggantikan fungsi SMS, Email tetap memiliki fungsi penting dalam komunikasi, khususnya dalam dunia bisnis.

Melalui email, Anda bisa mengirimkan dokumen-dokumen penawaran, kerjasama, tagihan, dan seterusnya, dalam jumlah yang besar dan dengan kualitas redaksional yang baik. Email adalah media resmi untuk berkorespondensi secara formal antar institusi.

Setelah mendaftarkan nama domain, tahap selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk mendongkrak reputasi brand bisnis Anda adalah dengan membuat email dengan nama domain sendiri.

Saat ini tersedia banyak platform yang bisa memfasilitasi pembuatan email dengan nama domain sendiri. Di Rumahweb Indonesia, kami memiliki produk unggulan Google Suite dan FlockMail.

6. Membuat Website

Website adalah media paling utama yang akan dan bisa mengerek citra bisnis Anda ke level profesional. Melalui Google Maps, Media Sosial, Domain, dan Email, Anda bisa menjangkau banyak calon pelanggan.

Ketika Anda membuat website, Anda sedang membangun rumah atau kantor digital yang akan mengangkat derajat brand bisnis Anda secara signifikan. Orang tidak lagi memandang Anda sebagai pebisnis rumahan, tetapi akan mengenali Anda sebagai seorang profesional yang berbisnis dengan visi yang luas, holistik, dan berorientasi masa depan.

Kesimpulan

Digitalisasi dunia bisnis adalah sebuah trend yang tidak bisa lagi dihindari. Orang-orang zaman sekarang lebih suka berdiam diri di rumah, membuka gadget, lalu membeli produk secara online. Sebagai pemain terbesar dalam roda perekonomian nasional, UMKM go online harus menjadi laku bersama pesatnya kemajuan zaman.

Semoga artikel kali ini bisa memberikan Anda wawasan, khususnya dalam bidang Teknologi Informasi, dan membantu Anda untuk terus mengembangkan UMKM go online yang sedang Anda tekuni. Salam sukses dari Rumahweb Indonesia.

(Sumber : Blog Rumah Web)


 

Perbedaan Digital Printing dan Konvensional Printing

...


 

Berikut perbedaan antara percetakan modern (Digital Printing) dan percetakan konvensional (Offset Printing). Selain perbedaannya adapun pembahasan mengenai fungsional, dan aplikasi yang digunakan di era yang serba cepat ini. Tulisan ini ditulis berdasarkan sebuah riset kecil dan dipadukan dengan pengalaman. Oleh karena itu sebagai seorang pemula, kita harus mengetahui apakah yang di maksud dengan percetakan.

Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara masal atau parsial sebuah gambar atau tulisan dengan menggunakan mesin dan tinta – Wikipedia 2017. Proses ini sangat penting untuk sebuah industri penerbitan, Advertising. Oleh karena itu dengan mengenal perbedaan antara percetakan modern dan konvensional ini akan membuat kita menjadi lebih paham. Sampai akhirnya kita dapat mencari percetakan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Apa itu Percetakan Modern?

Percetakan modern atau yang biasa kita sebut dengan Digital Printing adalah mesin cetak yang menggunakan teknologi komputer sehingga mesin mampu mencetak gambar berbeda pada setiap halaman, sementara mesin cetak lainnya harus mengandalkan pelat yang dipakai berulang kali untuk mencetak – NetworkBiz.id. Ini dapat terjadi karena komputer yang menjalankan mesin untuk dapat mengatur warna dan gambar yang ingin kita cetak. Teknologi ini mulai berkembang tahun 1993 bersamaan dengan semakin majunya industri komputer dan semua aplikasi komputer yang dalam satu dekade ini berkembang dengan sangat cepat.

Dalam era ini percetakan tidak hanya dikategorikan untuk sebuah industri publikasi saja yang lebih memfokuskan untuk mencetak dalam jumlah besar, akan tetapi juga dikaitkan dengan industri lainnya seperti promosi (indoor dan outdoor) seperti X- Banner, Spanduk, Sticker dan keperluan promosi lainnya. Dengan teknologi ini percetakan bisa kita artikan dengan bebas sebagai proses pencetakan suatu gambar atau design ke media cetak dari komputer melalui alat cetak secara langsung tanpa perlu pembuatan film atau plate. Jadi cetak dengan mesin printer biasa pun juga boleh dikatakan sebagai cetak digital atau Digital Printing.

Mesin digital tidak berkembang untuk Industry Advertising atau promosi saja, akan tetapi mesin mesin publikasi pun juga ikut berkembang ke era digital, dimana kualitas dan kecepatan yang diberikan dapat mendekati dengan mesin konvensional. Seperti mesin Indigo 5600, Canon Press C7011, Bizhub C6000 adalah produk produk unggulan untuk industri publikasi yang ingin mencetak dengan cepat dengan harga yang terjangkau. Mencetak Kartu nama, Brosur, flyer, Buku, Company Profile, Map dapat dilakukan dengan cepat, dan jika kuantitas yang diminta tidaklah banyak maka pengerjaan dapat ditunggu sehingga dapat digunakan pada hari anda order.

Lalu aplikasi apa saja kah yang dapat kita lakukan dengan menggunakan Digital printing? Kemaujuan industri komputer membawa dampak positif pada industri lainnya. Dalam hal ini kemajuan Industry Creative Design sangat memberikan dampak yang besar bagi kemajuan industri cetak. Dengan majunya Industry Creative Design, membuat kita dapat menghasilkan sebuah produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Seperti Buku Album, Baju, Tas, dll. Kemajuan Industry Design juga membuat repetitive cetak semakin cepat, dengan banyaknya event dan hari spesial (lebaran, Natal, Tahun baru, dll) membuat lembaga-lembaga atau perusahaan mencetak dengan kuantitas yang besar dan repetitive guna untuk mempromosikan produk, jasa perusahaan tersebut.

Konvensional Printing

Konvensional Printing secara umum dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Flexography atau Offset Printing, Lithography, Rotography dan Screen Printing atau yang biasa kita sebut dengan sablon. Pembahasan kali ini bukanlah membahas tentang apa itu Flexography dan yang lainnya, akan tetapi lebih membahas tentang perbedaan aplikasi dan fungsi yang mendasar. Walaupun sudah memasuki era modern, namun konvensional printing harus diakui masih dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencetak Packaging, Buku, Kalendar, label, dan kebutuhan publikasi maupun kebutuhan kantor. Beberapa hal mendasar kenapa mesin mesin ini masih dipakai oleh pengusaha percetakan di Jakarta dan di Indonesia;

  1. Untuk jangka panjang penggunaan mesin konvensional akan membuat biaya (cost) cetak jauh lebih murah dibandingkan dengan mesin digital.
  2. Secara stabilitas dalam mencetak jangka panjang, mesin konvensional sangant konsistent dalam mencetak warna yang lebih solid.

Akan tetapi penggunakan mesin konvensional ini bukanlah tanpa kekurangan, hal menonjol yang dapat terlihat adalah mesin konvensional tidak mampu dalam mencetak sebuah produk dengan kuantitas yang kecil dikarenakan pembuatan plat dan waste yang cukup banyak pada saat mencetak. Hal lainnya adalah proses cetak yang lama membuat percetakan konvensional tidak dapat bersaing dengan Digital Printing yang sangat menonjolkan kecepatannya dalam mencetak. Maka dari itu pemain konvensional printing tidak dapat membuat bisnis berbasis retail dimana kecepatan menjadi sebuah fitur yang lebih menarik perhatian publik.

Aplikasi untuk konvensional printing tidaklah banyak seperti yang dapat kita temui di pembahasan untuk digital printing. Akan tetapi, dalam segi kualitas percetakan konvensional menjadi pilihan utama dalam memilih mesin cetak. Ketatnya deadline, dan variasi cetak yang banyak merupakan tantangan bagi percetakan ini. Oleh karena itu sebagian proses cetak seperti pembuatan plat sudah dapat dilakukan oleh mesin berbasis digital. Tidak seperti yang lalu, pembuatan proses plat dapat memakan waktu 2-4 hari kerja. Di dalam pertempuran harga, konvensional printing mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan Digital Printing. Hal tersebut menyebabkan banyak percetakan yang memulai usaha percetakan dari digital printing dikarenakan investasinya yang tidak terlalu tinggi dan bobot mesin yang lebih kecil dibandingkan dengan konvensional.

(sumber  https://www.pranataprinting.com/perbedaan-digital-printing-dan-konvensional-printing/)